5 Pemain Klub Sepak Bola Luar Negeri yang Bisa Jadi Pembela Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2021

 

livescorebola

livescorebola

Livescoresbola – Sebentar lagi akan dilangsungkan ajang SEA Games 2021 di Vietnam, mulai pada bulan Mei mendatang. Seperti biasanya, cabang sepak bola selalu menjadi primadona. Pada tahun ini kondisi juga serupa.

 

Timnas Indonesia U-23 dipegang oleh pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae Yong.

 

Indonesia sampai saat ini masih berburu medali emas di cabang olahraga tersebut. Apalagi Indonesia hingga saat ini sudah cukup lama puasa medali emas di ajang SEA Games.

 

Terakhir kali Indonesia meraih medali emas dari cabang olahraga sepak bola, terjadi di SEA Games 1991. Atau lebih dari 30 tahun yang lalu.

 

Tahun ini peluang Indonesia untuk mengakhiri puasa medali emas itu tetap ada. Peluang itu sepertinya jadi lebih besar jika lima pemain ini dipanggil oleh SHin Tae yong ke Timnas Indonesia.

 

Elkan Baggot

berita bola. Elkan Baggot saat ini lebih sering bermain di tim U-23 Ipswich Town. Peluang Baggot untuk membela Timnas Indonesia U-23 di ajang SEA Games 2021 cukup terbuka.

 

Tim Ipswich Town berlaga di kompetisi regional di Inggris. Seharusnya tidak ada beban untuk melepaskan pemain keturunan Indonesia – Inggris ini.

 

Jika bisa bergabung, Baggot akan memberikan opsi menarik bagi Shin Tae yong di SEA Games nanti. Shin Tae yong akan mempunyai satu pemain yang sangat bisa diandalkan dalam duel udara.

 

Selain itu, Baggot belakangan ini mulai mendapatkan kesempatan untuk berlatih di tim senior Ipswich Town. Pengalaman tersebut akan sangat berharga untuk dirinya.

 

Egy Maulana Vikri

Egy terus berusaha meningkatkan karirnya di klub sepak bola SLovakia, FK Senica. Pada musim ini, Egy mempunyai peran yang sangat penting.

 

Ia mampu tampil 19 kali di semua ajang pertandingan. Hebatnya lagi, Egy juga mampu mencetak dua gol dan empat assist untuk Senica.

 

Saat ini Egy memang menjadi bagian penting di squad FK Senica. Namun, klub itu dikabarkan sedang tidak dalam kondisi finansial yang bagus.

 

Jika kondisi tersebut masih berlanjut hingga bulan depan, peluang Egy untuk membela Timnas Indonesia U-23 di Vietnam cukup terbuka.

 

Witan Sulaeman

Kondisi dari Witan Sulaeman tidak jauh berbeda dengan Egy. Sejak kedatangannya ke Senica, pemain yang berasal dari Palu ini mulai bisa mengunci tempat di squad utama.

 

Pada bulan Mei nanti, tenaga Witan tentunya akan dibutuhkan oleh FK Senica. Klub sepak bola yang identik dengan warna biru itu, tentunya akan berpikir seribu kali untuk melepaskan salah satu pemain andalannya di lini tengah mereka ini.

 

Witan Sulaeman sudah tampil empat kali untuk Senica sejak digaet pada bulan Januari lalu. Ia sudah mencetak satu gol sejauh ini.

 

Witan tampak bisa lebih beradaptasi dibandingkan saat ia masih bermain di Serbia dan Polandia pada tahun lalu.

 

Asnawi Mangkualam

Agak disayangkan jika pemain satu ini tetap dipanggil ke squad Timnas Indonesia U-23 di SEA Games tahun ini. Sebab, Asnawi tengah fokus berlaga di kompetisi kasta kedua Korea Selatan.

 

Apalagi pada ajang SEA Games bukanlah ajang resmi yang masuk kalender FIFA. Kondisi ini membuat klub pemilih tidak wajib melepas pemainnya.

 

Namun, jika bisa bergabung dengan Timnas Indonesia U-23 akan menjadi tambahan yang menarik di lini belakang Garuda Muda.

 

Asnawi akan memberikan rasa aman di sisi kanan pertahanan. Ia juga akan menularkan mentalitas pemenang yang ia pelajari di Korea Selatan.

 

Natanael Siringoringo

Winger Kelantan FC kelahiran Medan yang berumur 22 tahun ini, mempunyai karir yang menarik. Ia memperkuat klub sepak bola kasta kedua MAlaysia, Kelantan FC sejak tahun 2021 lalu. 

 

Siringoringo bisa dibilang sebagai salah satu winger andalan di klub tersebut. Di musim ini ia sudah mencetak satu gol untuk Kelantan di Malaysia Premier League.

 

Jika bisa mempertahankan penampilannya, seharusnya Shin Tae yong layak untuk memberikan kesempatan untuk pemuda satu ini di Sea Games VIetnam nanti.

 

Stok winger di Timnas Indonesia U-23, sejauh ini memang melimpah. Namun, memberikan kesempatan untuk pemain yang sudah terlatih mentalnya di kompetisi luar negeri bukanlah keputusan yang buruk

Copy link